Waktu aku takut, aku percaya

Waktu aku takut, aku percaya

Judulnya terlihat sangat kontradiktif bukan? Harusnya saat kita percaya, hati kita tidak takut dong? Kok malah kebalikannya?

Kata kata ini ternyata terlahir dari Daud.
Saat daud sedang dikejar kejar oleh saul, dan ia lari ke Gad, Daud bertemu dengan Agis. Di hadapan Agis, Daud sangat takut sehingga ia berpura- pura gila, membiarkan janggutnya dilelehi ludah… Kebayang ga sih, Daud pahlawan yang gagah perkasa saat menghadapi Goliat, di satu titik dalam hidupnya, dia mengalami yang namanya sangaaaat ketakutan, sampai ia berpura pura gila?

Namun hebatnya daud justru adalah, dalam setiap masalah, melaihrkan mazmur baru
Kok bisa? Ketika Daud takut, dia memperkatakan imannya bahwa ia percaya, sekalipun hatinya masih takut.
Iman semacam ini adalah iman mau. Iman yang berkata kepada Tuhan, “Tuhan walaupun sekarang aku masih taku, aku masih belum mampu tenang, tetapi aku mau, dan aku percaya Engkau bisa memampukan aku!”
Orang yang bisa berkata seperti ini adalah orang yang tau bahwa dia memiliki Allah yang dapat mengatasi ketakutannya, Allah yang mampu memelihara dia, Allah yang mahakuasa.

Lalu apakah ini berarti kita munafik? Soalnya kan apa yang kita katakan, yang diomongin, sebenernya beda dengan apa yang kita rasakan…
Nope, sama sekali bukan, iman mau ini adalah iman yang berkata, aku tau aku memiliki Allah yang sanggup membalikkan fakta, sekalipun keadaan di hadapanku tidak mungkin, tetapi Allah sanggup, dan karena itulah aku mau melakukan apa yang aku tidak mau.

Mau contoh lain?
Misalnya wanita yang sakit pendarahan selama 12 tahun. Pada waktu itu wanita ini terus menerus berjalan maju, menerobos di tengah tengah keramaian. Padahal jaman dulu di israel, wanita itu warga kelas dua, gak dianggep. Tapi wanita itu memperkatakan imannya, bahwa kalau ia dapat menjamah jumbai jubahNya maka ia pasti sembuh. Dan ternyata sembuh betulan. Padahal kita tau waktu wanita itu mengatakan ” asal kujamah saja jumbai jubahNya aku pasti sembuh”, sebenarnya saat itu kan dia belum disembuhkan.

Atau kisah seprang buta yang lumpuh di tepi kolam Betesda selama 38 tahun. Pada saat Yesus lewat disitu, Dia berkata kepada orang lumpuh itu. Bangun, angkatlah tilammu dan berjalanlah.
Hal ini juga janggal, mengapa? Karena Yesus nyuruh orang lumpuh untuk angkat tilam baru jalan. Wong orangnya lumpuh, boro boro ngangkat tilam ya, berdiri aja gak bisa, jalan apalagi, ngangkat tilam? In your dreams…
Tapi waktu orang ini tidak debat Yesus, gak bilang , ” Yesus, engkau ini kurang paham atau bagaimana ya? Apa nggak liat aku ii prang lumpuh? Aneh aneh aja nyuruh aku angkat tandu, terus jalan.”
No, orang ini memilih untuk taat dan percaya, dan betulan tuh, dia bener bener bisa mengangkat tilamnya dan berjalan.

Kisah lain tentang iman mau ini adalah kisah mujizat pertama di Kana. Pada saat kehabisan anggur, ibu Yesus meminta petugas yang di perjamuan untuk menaati apapun yang Yesus suruh. Pada saat mereka diminta untuk menyerahkan guci2 berisi air ke pemimpin pesta oleh Yesus, saat itu airnya belum berubah menjadi anggur. So, dibutuhkan ketaatan dari mereka. Tetapi saat mereka mau taat, mujizat terjadi.

Tuhan kita bukan Tuhan yang menuntut kita untuk mampu, tetapi mau. Fil 2:13 mengatakan bahwa, Allahlah yang mengerjakan di dalam kita baik kemauan maupun ketaatan menurut kerelaanNya.
Tuhan akan kasi kekuatan untuk kita saat kita mau untuk taat.

Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya akan memakan buahnya.
Ketika kita mau untuk taat, dan terus memperkatakan, maka kita akan meraih buahnya.

Oleh bilur bilurnya kita disembuhkan. Bilur itu sebenarnya adalah memar, luka yang di dalam, yang tidak terlalu kentara dari luar. Apa artinya bahwa memarnya Yesus akan menyembuhkan kita? Artinya luka yang di dalam sekalipun, yang tidak kelihatan, Tuhan Yesus bisa sembuhkan

Mat 5:3 “You’re blessed when you’re at the end of your rope. With less of you there is more of God and his rule.” (The Message Bible)

End of your rope berbicara tentang harapan yang tinggal sangat sedikit, bahkan sudah hopeless, di ujung tanduk. Tapi Firman Tuhan bilang saat kita sudah tidak bisa apa-apa, Dia yang akan menyatakan kuasaNya.

Saat kita angkat tangan maka Tuhan turun tangan

Ada kisah tentang seorang guru renang yang membawa murid-muridnya bermain di pantai. Suatu kali, guru tersebut mengijinkan anak-anak bermain di pantai, dalam batas yang tidak sampai ke laut lepas. Tiba-tiba ada seorang anak yang bermain terlalu jauh, dan singkat cerita anak tersebut mulai tenggelam. Teman-temannya yang lain panic, dan ribut, dan guru itu pun bersegera menuju ke tempat anak yang “hampir” tenggelam tadi. Namun setelah jaraknya dekat, guru tersebut bukannya langsung menolong, tapi dia seperti menunda-nunda, pelan-pelan mendekati anak yang “hamper” tenggelam dan sangat panic, anak tersebut terus meronta-ronta, berusaha sekuat tenaga untuk berenang. Alhasil karena terlalu letih, akhirnya anak tersebut menyerah, dan mulai tenang. Pada saat itu, dalam sekejap mata (ini agak lebay) guru tersebut langsung merangkulnya di pinggangnya dan menolong dia keluar dari air.pertanyaannya, mengapa? Kenapa tidak diselamatkan waktu dia masih sadar? Kenapa harus menunggu sampai anaknya pingsan dulu?

Alasannya karena saat anak tersebut masih meronta-ronta, panic, orang sehebat apapun takkan bisa menolong dia keluar dari air, malahan akan mencelakakan baik yang diselamatkan ataupun yang berniat menyelamatkan. Saat kita masih struggle dengan cara kita sendiri, pake kekuatan kita sendiri, Tuhan akan tunggu sampai kita nyerah dulu sama caraNya. Baru Dia bisa tolong kita

Kita sering kali bilang bahwa kita lebih dari pemenang. Padahal dalam hati mungkin kita berkata boro2 jadi pemenang, hidupku masih segini-segini aja. Apakah itu berarti kita munafik? No, itu artinya sama seperti wanita yang berkata: “asal kujamah saya jubahnya”, atau orang yang mau mengangkat tilamnya dan berjalan.

Tuhan Yesus tidak cari orang yang mampu, Dia hanya cari orang yang mau, detik itu bagianNya adalah memampukan kita

Give thanks with a grateful heart

Give thanks to the holy one

Give thanks because Hes given Jesus Christ His Son

Let the weak say I am strong

Let the poor say I am rich

Because of what the Lord has done

Advertisements

One thought on “Waktu aku takut, aku percaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s